Cinta Putih Ikang Marissa di Film Yang Kukuh dan Yang Runtuh.

Cinta Putih Ikang Marissa di Film Yang Kukuh dan Yang Runtuh.
Cinta Putih Ikang Marissa di Film Yang Kukuh dan Yang Runtuh.

Film "Yang Kukuh dan Yang Runtuh": Sutradara Wahab Abdi

Film "Yang Kukuh dan Yang Runtuh": Sutradara Wahab Abdi
Ikang Fawzi & Marissa Haque, dalam Film Yang Kukuh dan Yang Runtuh, 1986, Menominasikan Marissa Haque sbg The Best Supporting Actress.

Perusahaan Film Keluarga Ikang & Marissa, PT Rana Artha Mulia Film

Perusahaan Film Keluarga Ikang & Marissa, PT Rana Artha Mulia Film
Berlokasi di Medan, Sumatra Utara, Belanda, Produksi ke 2 Film Layar Lebar, Nominasi FFI 1990

Lagu "Hanya Satu Kamu": oleh Ayah Asuhku Ikang Fawzi



(Sumpah Janji Ayah Asuhku Ikang Fawzi untuk Ibu Asuhku Marissa Haque, saat Pacaran Dulu)

"Panggilan Jiwa" Lagu Fav Marissa Haque (Ikang F & Chandra D)

Ikang Fawzi & Chandra Darusman: Kompaknya Dua Anak Deplu Alumni UI (Universitas Indonesia/ILUNI), 1982

Kamis, 23 Agustus 2012

Bunda Marissa Haque Fawzi: Kenangan Belajar saat Kuliah Film di Ohio University School of Films

Sumber: http://dominikadanmarissa.blogdetik.com/2012/08/23/marissa-haque-dari-dominika-dittwald-learn-everything-from-everybody/

Pada saat kita di luar Indonesia, tentu setiap detik adalah saat memulung ilmu, benar yang dikatakan oleh karibku Dominika Dittwald bahwa we learn everything from everybody. Kesukaan kami dalam hal membaca memang klop satu sama lainnya.

Namun karena Bahasa Inggris adalah bahasa ibu dari Dominika (selain Perancis dan Polandia), maka saya selalu tertinggal dalam hal capaian jumlah buku yang telah habis kami baca setiap minggunya. Dan saya jadi hampir selalu mentraktirnya minum susu-coklat panas di cafetaria dekat kampus kami, karena hampir selalu kalah 'taruhan'. Kami memilih minum susu-coklat atau moccacino karena Dominika faham saya Muslimah dan tidak meminum alkohol (walau saat itu saya masih on-off-on-off pakai kerudung terutama pasca kejadian September 11).
73f4ab76adc19934a270a9718bfc0140_marissa-grace-haque-fawzi-graduate-student-of-school-of-film-ohio-university-athens-ohio-2001_600x489

Seingatku Dominika sering mengucap nama Sir Ken Robinson yang mengatakan: "... never confuse knowledge with common sense...". Robinson adalah seorang pendidik revolusioner yang mengatakan bahwa ada fakta yang menyebutkan (tahunnya saya lupa) bahwa 98% anak di Amerika Serikat lahir dengan kemampuan "divergent thinking." Dan hal itu membuat mereka 'tidak ada matinya' di dalam mencari solusi terhadap setiap permasalahan yang mereka hadapi!

Tak heran selama kami sekolah film di School of Film, Ohio University, Athens, USA kami selalu hampir setiap hari dicekoki kalimat "...there is no room for mistakes!" Knowledege comes but wisdonm lingers. Knowledge is power, the more you know, the more powerful you become. Uang, harta, dan jabatan dapat hilang, namun melalui ilmu Allah, nalar, kasih, dan kepedulian akan remain sustainable...insya Allah...

Di dalam Bahasa Latinnya kurang-lebih adalah begini: " Tamdiu discendum est, quamdlu vivas"... 

Bismillahirrahmannirrahiiim...

Marissa Haque dari Dominika Dittwald: "We Learn Everything from Everybody"




Rabu, 22 Agustus 2012

Film dan Politik-hukum: "Dulu saat Kuliah 2003 Saya Legislatif PDIP, 2012 Saya Bacaleg PAN dan Sudah Doktor "

0ae04f3b17f901d5baa60401411d9596_marissa-haque-diajak-ikang-fawzi-masuk-pan_600x336

Sumber: http://dominikadanmarissa.blogdetik.com/

Dulu saat kuliah film di Athens, Ohio, Amerika Serikat pada tahun 2003 saya terpilih menjadi anggota Legislatif dari PDIP, dan sekarang pada tahun 2012 saya dipersiapkan oleh Pak Hatta Rajasa untuk menjadi Bacaleg PAN.

Tiba-tiba saya teringat kepada Dominika Dittwald sahabatku dulu saat kuliah di sana, Dominika sudah MFA dan saya tidak menyelesaikan sekolah filmku karena harus mengabdi kepada rakyat di Senayan.

Namun atas ijin Allah dan doa semua kerabat dan sahabat yang dekat di hati, hari ini alhamdulillah pendidikan saya mumpuni. Sudah menjadi Doktor dan siap insya Allah menjawab tantangan zaman.  

Thank You Allah...
6984ee2aaef7552dbc59b3dac09f1db7_dominika-dittwald-mfa-and-dr-marissa-haque-fawzi-sh-mhum-mba-mh_600x574


Dominika Dittwald dan Marissa Haque Fawzi: Persahabatan adalah Selamanya




Marissa Haque Fawzi:  "Dulu saat Kuliah 2003 Saya Legislatif PDIP, 2012 Saya Bacaleg PAN dan Sudah Doktor "

Sabtu, 18 Agustus 2012

“Keteladanan dalam Film Umar bin Khatab dalam Kehidupan Kami”: Marissa Haque & Ikang Fawzi


 
Terimakasih banyak MNC TV dan UIN Jakarta.
1c7eba1c40ed9fdd82b0347c0bc4d7da_drhj-marissa-haque-fawzi-yang-anggun-sebagai-calon-hakim-mk

“Keteladanan Umar bin Khatab dalam Kehidupan Kami”: Marissa Haque & Ikang Fawzi 

Kawasan Umum - JAKARTA- Sosok Umar bin Khattab yang memiliki jiwa kepemimpinan teladan sangat dikagumi banyak orang. Salah satunya Marissa Haque yang sangat mengagumi sosok Umar.

“Umar yang terlihat garang, ketika dibacakan ayat-ayat Alquran langsung luluh hatinya. Itu yang namanya hidayah kan,” kata Marrisa saat ditemui di Kampus UIN, Ciputat, Tangerang Selatan.

Begitu juga dalam kehiduan keluarganya, Marrisa dan Ikang Fawzi mencoba mengaplikasikan ajaran yang baik untuk diterapkan dalam keluargannya.

“Ikang dan saya sebagai wakil imam di rumah, kita lead by example. Apa yang kita lakukan sesuai dengan apa yang kita katakan sebagai manusia yang penuh dengan kesalahan,” ujarnya.
(rik)
3db51437591a9ade1361f6e698a9000e_my-sweet-memory-saat-kuliah-doktor-di-ipb-library-kampus-dramaga-bogor-drhj-marissa-haque-fawzi

 

Senin, 14 Mei 2012

"Dirjen HaKI Tetapkan Hak Cipta Unyil di Tangan Pak Raden: dalam Marissa Haque Fawzi"


Penulis : Muhammad Fauzi
Kamis, 26 April 2012 18:14 WIB     
0 komentar
JAKARTA--MICOM: Boneka tokoh cerita Unyil meski tidak didaftarkan ke Direktorat Jendral Hak Kekayaan Intelektual (HaKI), hak ciptanya tetap milik penciptanya yakni Pak Raden.

Penegasan itu disampaikan Dirjen HaKI Ahmad M Ramli usai menerima Pak Raden (Suyadi) yang didampingi Tim Advokasi dan Konsultan HKI antara lain R. Dwiyanto Prihartono, Risa H Amrikasari, Yosafat T Triharjanto, Lury Elza Alex, dan Khrisna Pabichara, Kamis (26/4).

Dikatakan Ramli, hak cipta adalah hak yang mendapat perlindungan kuat meskipun tidak didaftarkan ke Ditjen HKI. Rezim hukum yang berlaku telah memberikan perlindungan terhadap suatu ciptaan yang telah lahir dan memenuhi syarat seperti ciptaan Pak Raden yakni boneka tokoh cerita Unyil.

Dirjen HaKI Ramli juga mengimbau agar ditempuh penyelesaian menggunakan cara out of court settlement (di luar pengadilan). Ini untuk mencapai hasil maksimal dengan tetap mempertahankan aspek manfaat dan ekonomi selain aspek moral atas suatu ciptaan.

Di sisi lain, R. Dwiyanto yang mendampingi Pak Raden mengatakan, persoalan pokok tentang boneka si Unyil milik Pak Raden karena terjadinya distorsi dalam perumusan kontrak yang bersifat tidak menguntungkan bagi pencipta. (Faw/OL-5)

"Dirjen HaKI Tetapkan Hak Cipta Unyil di Tangan Pak Raden: dalam Marissa Haque Fawzi"

Minggu, 29 April 2012

Presiden SBY : Kunjungi Studio Animasi Terbesar Di Asia Tenggara (Berita untuk Bunda Marissa Haque Ikang Fawzi)



BATAM - Dalam kunjungan kerjanya selama dua hari di Kepulauan Riau, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani Bambang Yudhoyono menyempatkan diri mengunjungi Infinite Studios di kawasan Nongsa, Batam, Sabtu (28/4) pagi.

Di studio animasi terbesar di Asia Tenggara inilah film animasi Meraih Mimpi yang pada tahun 2007 diputar di bioskop-bioskop Indonesia diproduksi. Film animasi anak-anak seperti Garfield, Rollbots, dan Franklin and Friends juga dihasilkan dari sini.

SBY dan Ibu Ani menonton beberapa animasi pendek hasil karya studio ini dan kemudian meninjau kompleks studio. Ketika melihat tempat para animator bekerja, SBY dan Ibu Ani berbincang dengan seorang animator, Febri Indriani namanya, dan bertanya mengenai pekerjaannya.
 Febri adalah alumnus Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB, Bandung.

Presiden kemudian berkeliling ke Ruang Art yang berisi properti film, Backlot yang merupakan setting untuk film luar ruang, dan studio yang saat itu sedang digunakan sebagai setting film Wild West.

Infinite Studios berada di kawasan yang masih 'perawan'. Di sekelilingnya masih banyak lahan kosong yang ditumbuhi rerimbunan ilalang dan pepohonan yang tak terawat. Infinite memiliki setidaknya tiga ruang studio dan sebuah ruang utama.

"Kita semua bangga," kata Presiden kepada mereka yang sedang bekerja di studio, pada akhir kunjungannya.
"Saya berharap kalian akan terus berkarya dan menjadi lebih baik" tambahnya seperti dilansir laman Presiden ri. (c8/lik)
"Presiden SBY : Kunjungi Studio Animasi Terbesar Di Asia Tenggara untuk Bunda Marissa Haque Ikang Fawzi)"

Govt to Set Up Film Board to Boost Production: The Jakarta Post (in Marissa Haque & Ikang Fawzi)

Sumber: http://www.thejakartapost.com/news/2012/04/03/govt-set-film-board-boost-production.html


Jakarta | Tue, 04/03/2012 5:13 PM
Mari Elka Pangestu: Tourism and Creative Economy Minister. (Kompas.com/Arbain Rambey)Mari Elka Pangestu: Tourism and Creative Economy Minister. (Kompas.com/Arbain Rambey)

The government will spend Rp 10 billion (US $1.09 million) to set up the Indonesian Film Board (BPI) this year to boost the local film industry, a minister says.

"This is our commitment to improve the quality of local films as well as to increase theier quantity," Tourism and Creative Economy Minister Mari Elka Pangestu said in Jakarta on Tuesday.
Indonesia produced 25 films between January and March, up from 19 films during the same period last year, she said.

Mari said the government would favor certain types of film. "We are going to focus on films for children and Indonesian heroes this year - films that develop Indonesian values and education.” (nfo)

Sabtu, 03 Maret 2012

Bunda Marissa Haque Fawzi: Doa untuk Angelina Sondakh sebelum ke Dilli, Timor Leste

Marissa Haque Ikang Fawzi: Angelina Sondakh adalah nama yg saya doakan sore ini sblm heading to Dilli, Timor Leste.


Rilis: UGM Terima Kunjungan Dubes RI Untuk Timor Leste

UGM Terima Kunjungan Dubes RI Untuk Timor Leste  

Duta Besar Republik Indonesia untuk Timor Leste, Eddy Setiabudi melakukan kunjungan ke UGM. Kunjungan dalam rangka meningkatkan hubungan bertetangga antara pemerintah Republik Indonesia dan pemerintah Timor Leste diterima Rektor, Prof. Ir. Sudjarwadi, M.Eng., Ph.D, Kamis (10/11).

Disamping berharap masukan dari civitas UGM untuk meningkatkan hubungan baik selama ini, Duta Besar Indonesia untuk Timor Leste, Eddy Setiabudi berkesempatan ceramah di hadapan para dosen dan mahasiswa di lingkungan UGM. "Kunjungan ini memang bersifat kedinasan, karena bersama kami turut serta para mantan kuisoner, KKP, ini sebagai bentuk evaluasi untuk meningkatkan hubungan baik antara Indonesia dan Timor Leste," ujar Eddy Setiabudi di ruang Multimedia.

Menurutnya terdapat tiga permasalahan yang mesti harus diperhatikan menyangkut kebijakan hubungan bertetangga antara Indonesia dan Timor Leste. Ketiga masalah tersebut adalah terkait Hak Asasi Manusia (HAM), Aset, aset individu, BUMN dan aset negara serta permasalahan terkait batas negara. "Ketiga isu tersebut amsih perlu dibicarakan, dan benang merah permasalahan perlu diurai agar kedua negara dapat bertetangga secara lebih baik," paparnya.

Dalam ceramah, Eddy meyakini bila sebagai anggota dan berpegang pada piagam PBB, Indonesia memiliki prinsip-prinsip hidup bertetangga yang baik. Terlebih pegangan tersebut disanding dengan prinsip-prinsip yang terdapat dalam peacefull principle. "Karenanya dalam praktek hidup bernegara hal itu tinggal melakukan perluasan dengan berbagai program," katanya.

Pendapat senada di sampaikan Rektor, Prof. Sudjarwadi. Dikatakan dengan kunjungan Dubes Republik Indonesia untuk Timor Leste akan semakin memperluas network dan kedua negara bisa saling bertukar pengalaman. "Terlebih untuk ide-ide dalam hal bertetangga yang baik sebagai hubungan antar negara, spesifik Indonesia dan saudara muda pemerintah Timor Leste," tutur Rektor.

Dalam hal ini, kata Rektor, UGM bisa mengembangkan dan melakukan studi guna kepentingan perbatasan kedua negara. Apalagi dari hasil studi tersebut nantinya bisa menjadi contoh dan memberi inspirasi bagi mahasiswa di berbagai negara. "Jika di bidang demokrasi Indonesia menjadi terbaik ketiga, kita juga bisa berharap menjadi contoh untuk studi perbatasan," paparnya. (Humas UGM/ Agung)

 Marissa Haque Fawzi: Doa untuk Angelina Sondakh sebelum ke Dilli, Timor Leste